Ia juga menegaskan komitmen Apkasindo untuk tetap bermitra dengan PT BAT, terlepas dari dinamika harga yang terjadi.
PT BAT Siap Evaluasi dan Tingkatkan Pembinaan
Menanggapi berbagai masukan tersebut, perwakilan PT BAT, Pak Datuk, menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi di lapangan.
“Kami dari manajemen PT BAT mengucapkan terima kasih atas masukan yang disampaikan. Jika ada hal yang belum memberikan kenyamanan, kami mohon maaf,” ujarnya.
Terkait grading, ia menjelaskan bahwa potongan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor teknis di lapangan, seperti kualitas buah yang belum optimal.
“Kami menemukan TBS dengan kondisi buah ujung, sekitar 70 persen berisi dan 30 persen kosong. Selain itu, ada juga faktor curah hujan tinggi di bulan April yang mempengaruhi kualitas buah, termasuk TBS abnormal (sebagian matang, sebagian mentah), serta tangkai yang terlalu panjang,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi dasar dilakukannya penyesuaian potongan dalam proses grading.
Namun demikian, pihak PT BAT berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan, termasuk terkait DO dari luar daerah.
Artikel Terkait
Yuk Cek Persyaratan Beasiswa 2025 Bagi Jalur Pengurus Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit
Berikut Fakta Terkini Insiden Kasus Pembunuhan Bos Sawit di Inhu Riau, Jasad Hilang Misterius di Sungai Kuantan
Wow, 200 Ribu Hektare Sawit Ilegal di Hutan Lindung Bangka Belitung Akan Disita Kejagung
Kemenhut Tertibkan 360 Hektare Sawit Ilegal di Taman Nasional Gunung Leuser
Prabowo Bongkar 1.000 Tambang dan 5 Juta Hektare Sawit Ilegal dalam Setahun Pemerintahan
Masalah Banjir Belum Tuntas, Truk Pengangkut Sawit Disebut Masih Konvoi Melintas di Jalanan Aceh
Forum Koordinasi APKASINDO Belitung bersama PT BAT, Hamzah : Sinergi Petani dan Perusahaan Harus Jadi Kunci Stabilitas Harga Sawit