Sorotan DO Ganda dan Dugaan TBS dari Luar Daerah
Isu lain yang tak kalah penting adalah terkait distribusi DO yang dinilai belum selektif.
Saat ini tercatat sekitar 25 DO yang beredar, oleh karena itu Apkasindo memohon kiranya ada penertiban serta evaluasi menyeluruh.
Mahdar mengungkapkan kekhawatiran terkait adanya DO dari luar Pulau Belitung yang berpotensi membawa TBS dari sumber yang tidak jelas.
“Kami mempertanyakan asal kebun dari DO luar ini. Apakah benar TBS didatangkan dari luar? Kami khawatir ini berkaitan dengan potensi buah curian, mengingat sebelumnya pernah terjadi kasus hukum dan kami ikut terdampak,” tegasnya.
Apkasindo juga menyatakan agar setiap pemegang DO bertanggung jawab penuh terhadap petani binaannya, termasuk dilakukan pendataan ulang terkait luas kebun.
Hal ini dilakukan guna mencegah praktik DO ganda yang berpotensi merugikan petani lokal.
“Jangan sampai satu pihak memegang lebih dari satu DO. Ini bisa menyebabkan TBS kita tidak pernah bertambah. Kami ingin ada komitmen yang jelas istilahnya jangan ‘selingkuh’,” tandasnya dengan nada tegas.
Artikel Terkait
Yuk Cek Persyaratan Beasiswa 2025 Bagi Jalur Pengurus Asosiasi Pekebun Kelapa Sawit
Berikut Fakta Terkini Insiden Kasus Pembunuhan Bos Sawit di Inhu Riau, Jasad Hilang Misterius di Sungai Kuantan
Wow, 200 Ribu Hektare Sawit Ilegal di Hutan Lindung Bangka Belitung Akan Disita Kejagung
Kemenhut Tertibkan 360 Hektare Sawit Ilegal di Taman Nasional Gunung Leuser
Prabowo Bongkar 1.000 Tambang dan 5 Juta Hektare Sawit Ilegal dalam Setahun Pemerintahan
Masalah Banjir Belum Tuntas, Truk Pengangkut Sawit Disebut Masih Konvoi Melintas di Jalanan Aceh
Forum Koordinasi APKASINDO Belitung bersama PT BAT, Hamzah : Sinergi Petani dan Perusahaan Harus Jadi Kunci Stabilitas Harga Sawit