Ragamnuansa.com - Dampak minimnya pasokan minyak bumi akibat peperangan yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, disinyalir telah merembet ke sejumlah sektor plastik kemasan.
Kini, kenaikan harga plastik yang meningkat secara signifikan, diduga menjadi penyebab utama produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) milik para pedagang keripik tempe di Malang, Jawa Timur, terancam ikut naik.
Dalam unggahan Instagram @lambegosiip, pada Rabu, 1 April 2026, dilaporkan harga plastik di kawasan Sanan, Kota Malang, sekarang diperkirakan naik hingga Rp6 ribu per pack.
Baca Juga: Tindakan Represif Oknum Polisi Dalam Penertiban Area Pasar, PMII Lubuklinggau Angkat Suara
"Harga plastik naik hingga Rp6 ribu per pack imbas perang AS-Iran, harga produk kemasan terancam naik, pedagang keripik tempe di Malang hanya bisa pasrah," tulis postingan itu.
Lantas, bagaimana sebenarnya lonjakan harga yang terjadi dalam produk plastik tersebut hingga dicemaskan para pedagang UMKM di Malang? Berikut ini ulasannya.
Harga Melonjak hingga 40 Persen
Kenaikan harga plastik kemasan itu mulai dikeluhkan para pelaku UMKM berupa dagangan keripik tempe di kawasan Sanan, Kota Malang.
Baca Juga: Refleksi 152 Tahun Pandeglang: Antara Momentum Sejarah dan Cermin Evaluasi
Harga plastik yang biasa digunakan untuk membungkus keripik tempe dilaporkan melonjak hingga 30 sampai 40 persen dalam beberapa waktu terakhir.
Hal itu, terutama bagi produsen keripik tempe yang bergantung pada kemasan plastik untuk menjaga kualitas dan daya tahan produk.
Biaya Produksi yang Mencekik
Dalam postingan yang sama, Sakinatun Najwa selaku pedagang plastik kemasan di Kota Malang, mengatakan kenaikan terjadi pada hampir semua jenis plastik yang biasa digunakan pelaku UMKM.
Najwa menyoroti, kenaikan harga plastik itu telah berdampak langsung terhadap biaya produksi para pelaku usaha di Malang.
Artikel Terkait
Sampah Plastik dan Popok Dominasi Penyebab Pencemaran Sungai Brantas
Imbas Kebakaran Pabrik Plastik, 47 Pesawat Holding di Langit Bandara Soetta
Kamar Terkunci Dengan Kepala Tertutup Plastik, Kematian Remaja di Simalungun Mirip Pola Kasus Diplomat Kemenlu
PT Sirkular Karya Indonesia, Anak Usaha IMPC Gandeng Dua Raksasa Jepang Modif Limbah Plastik Jadi Bahan Bangunan Ramah Lingkungan
WWF-Indonesia dan KLHK Perkuat Sinergi Multipihak untuk Tangani Polusi Plastik, Krisis Iklim, dan Kehilangan Keanekaragaman Hayati