Sabtu, 18 April 2026

Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Dokter Tifa Beberkan Pengalaman Saat Diperiksa Dalam Penyelidikan

Photo Author
Galang Onasis, Ragamnuansa.com
- Rabu, 26 November 2025 | 20:15 WIB
Potret Dokter Tifa, Salah satu tersangka dalam Kasus Ijazah Jokowi (medsos)
Potret Dokter Tifa, Salah satu tersangka dalam Kasus Ijazah Jokowi (medsos)

“Jadi, unsurnya adalah saya dianggap tidak kompeten, tidak punya kapasitas melakukan analisis dalam hal itu, jadi jatuhnya pasal ujaran kebencian, hate speech, dan sebagainya,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, dokter Tifa menyebut bahwa dirinya kemudian dianggap ikut menyebarkan berita bohong.

“Apa yang disampaikan Pak Roy Suryo, analisisnya, kan saya posting juga kan, saya berikan penambahan-penambahan dan itu saya dianggap ikut serta tuh,” kata dokter tifa.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah: Akses Terputus, Empat Warga Meninggal, Evakuasi Terhambat

“Nah itu, saya dianggap ikut serta menyebarkan berita itu,” tambahnya.

Dokter Tifa Ungkap Terus Lakukan Desakan pada Penyidik untuk Hadirkan Ijazah Jokowi

Saat proses pemeriksaan, dokter Tifa mengungkapkan bahwa dirinya berulang kali mendesak penyidik untuk menghadirkan ijazah Jokowi.

Namun, permintaannya ditolak dengan alasan bahwa ijazah tersebut telah disegel.

“Begitu saya tahu dari pertanyaan menuju unsur itu (tidak kompeten) saya langsung bilang kalau ini tidak fair karena secara scientific base, secara database nggak fair kalau diminta untuk menjawab karena materi utama yang membuat 39 barang bukti ada ini kan ijazah,” ucapnya.

“Saya bilang ‘Ijazah Pak Joko Widodo ada di Polda Metro Jaya kan Pak’ terus mereka bilang, ‘Iya, tapi sekarang sudah di-sealed’ tapi kan itu bukan alasan untuk tidak bisa dibawa (dalam pemeriksaan),” sambungnya.

Baca Juga: Penetapan IKN sebagai Ibu Kota Politik Dimulai 2028, Pemindahan ASN Tetap Berjalan pada 2025

Dokter Tifa kemudian membeberkan bahwa saat akan memulai proses pemeriksaan, penyidik menunjukkan 39 video sebelum memulai pertanyaan.

“Jadi, ditunjukkan dulu baru kemudian mulai pertanyaan dan pertanyaan itu mengerucut sekarang kepada soal latar belakang pendidikan dan sebagainya, dan dianggap tidak memiliki kompetensi,” tuturnya.***

Halaman:

Editor: Galang Onasis

Sumber: promedia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X