“Jadi, unsurnya adalah saya dianggap tidak kompeten, tidak punya kapasitas melakukan analisis dalam hal itu, jadi jatuhnya pasal ujaran kebencian, hate speech, dan sebagainya,” sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, dokter Tifa menyebut bahwa dirinya kemudian dianggap ikut menyebarkan berita bohong.
“Apa yang disampaikan Pak Roy Suryo, analisisnya, kan saya posting juga kan, saya berikan penambahan-penambahan dan itu saya dianggap ikut serta tuh,” kata dokter tifa.
Baca Juga: Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah: Akses Terputus, Empat Warga Meninggal, Evakuasi Terhambat
“Nah itu, saya dianggap ikut serta menyebarkan berita itu,” tambahnya.
Dokter Tifa Ungkap Terus Lakukan Desakan pada Penyidik untuk Hadirkan Ijazah Jokowi
Saat proses pemeriksaan, dokter Tifa mengungkapkan bahwa dirinya berulang kali mendesak penyidik untuk menghadirkan ijazah Jokowi.
Namun, permintaannya ditolak dengan alasan bahwa ijazah tersebut telah disegel.
“Begitu saya tahu dari pertanyaan menuju unsur itu (tidak kompeten) saya langsung bilang kalau ini tidak fair karena secara scientific base, secara database nggak fair kalau diminta untuk menjawab karena materi utama yang membuat 39 barang bukti ada ini kan ijazah,” ucapnya.
“Saya bilang ‘Ijazah Pak Joko Widodo ada di Polda Metro Jaya kan Pak’ terus mereka bilang, ‘Iya, tapi sekarang sudah di-sealed’ tapi kan itu bukan alasan untuk tidak bisa dibawa (dalam pemeriksaan),” sambungnya.
Baca Juga: Penetapan IKN sebagai Ibu Kota Politik Dimulai 2028, Pemindahan ASN Tetap Berjalan pada 2025
Dokter Tifa kemudian membeberkan bahwa saat akan memulai proses pemeriksaan, penyidik menunjukkan 39 video sebelum memulai pertanyaan.
“Jadi, ditunjukkan dulu baru kemudian mulai pertanyaan dan pertanyaan itu mengerucut sekarang kepada soal latar belakang pendidikan dan sebagainya, dan dianggap tidak memiliki kompetensi,” tuturnya.***
Artikel Terkait
Pengembangan Kasus RSUD Koltim, KPK Tetapkan 3 Tersangka Baru: Begini Modusnya
RI Tambah Wakil Dubes di Beijing: Boy Thohir Nilai Langkah Ini Bisa Genjot Investasi dan Perdagangan
Masih Bayar Roaming ? Saatnya Liburan Bebas Roaming dengan iPhone 17 dan IM3 Platinum
Krisis Air Bersih di Palopo: Warga Mengeluh, PAM Tirta Mangkaluku Belum Beri Kepastian
Kasus Pembunuhan Wanita Muda, Berhasil Diungkap Polres Pemalang