Ragamnuansa.com - Keluhan warga Kota Palopo kembali meningkat akibat terganggunya pasokan air bersih dari PAM Tirta Mangkaluku dalam beberapa hari terakhir. Banyak pelanggan mengungkapkan bahwa aliran air ke rumah mereka benar-benar terhenti, sehingga aktivitas sehari-hari maupun usaha kecil tidak dapat berjalan.
Seorang warga bahkan melampiaskan kekesalannya melalui status WhatsApp, mempertanyakan apa langkah yang ditempuh pihak PAM karena air sama sekali tidak mengalir di lingkungannya.
Baca Juga: Soroti Modus Penyimpangan BBM Subsidi Solar Terungkap, DPR Minta TNI-Polri Turun Tangan
Situasi serupa juga dilaporkan oleh warga dari berbagai wilayah lain. Mereka mengaku tidak mendapatkan air sama sekali selama beberapa hari. Beragam laporan ini masuk dari banyak sumber, bukan hanya dari satu unggahan di media sosial.
Menurut laporan media onlineluwuraya, Wakil Wali Kota Palopo bersama Direktur Operasional PDAM Tirta Mangkaluku, H. Hamid SN, MT., M.Si, menjelaskan bahwa hambatan distribusi dipicu oleh penurunan kualitas air baku. Air dari sumber utama tercampur lumpur sehingga tidak dapat disalurkan secara aman. Untuk mencegah risiko kesehatan akibat penggunaan air keruh, PDAM terpaksa membatasi distribusi hingga kondisi kembali stabil.
Di tengah semakin banyaknya keluhan, masyarakat mempertanyakan keberadaan fasilitas penampungan cadangan yang seharusnya dapat dimanfaatkan pada kondisi darurat.
Menanggapi hal tersebut, seorang pegawai PAM Tirta Mangkaluku menyampaikan kepada pelanggan bahwa institusinya memang tidak memiliki reservoir cadangan utama yang bisa dioperasikan saat sumber air mengalami gangguan. Kondisi ini menyebabkan aliran langsung terputus ketika kualitas air baku menurun.
Baca Juga: Jejak Digital Bongkar Motif Kelam Ayah Tiri Diduga Jadi Dalang Pembunuhan Alvaro
Wilayah dengan ketinggian lebih tinggi disebut sebagai yang paling terdampak, meskipun warga di dataran rendah juga mulai merasakan gangguan serupa. Masyarakat mendesak PAM Tirta Mangkaluku memberikan penjelasan yang lebih komprehensif serta menyiapkan langkah darurat untuk menjamin ketersediaan air bersih.
Hingga artikel ini ditulis, PAM belum mengeluarkan informasi resmi mengenai estimasi pemulihan layanan. Warga berharap pemerintah daerah dapat turun tangan agar suplai air bersih segera kembali normal.
Artikel Terkait
DPD LIRA Nias Utara Laporkan Proyek Pembangunan Sarana Air Bersih Yang Mangkrak Nias Utara di Polda Sumut