Sabtu, 18 April 2026

Di Balik Dugaan Siswa di Pemalang Keracunan MBG, Ada Serutan Buah Melon yang Dinilai Terlalu Dini dan Tak Layak Konsumsi

Photo Author
Ragam Nuansa, Ragamnuansa.com
- Selasa, 31 Maret 2026 | 11:08 WIB
Menyoroti hasil investigasi kasus dugaan keracunan yang dialami siswa di Pemalang, Jawa Tengah usai santap MBG. (Instagram.com/@sidakbgn)
Menyoroti hasil investigasi kasus dugaan keracunan yang dialami siswa di Pemalang, Jawa Tengah usai santap MBG. (Instagram.com/@sidakbgn)

Ragamnuansa.com - Sebagian publik di media sosial tengah ramai membahas temuan investigasi lanjutan dari kasus dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) yang sempat dialami siswa di Pemalang, Jawa Tengah.

Sebelumnya diketahui, siswa TK Pertiwi Kartika Sari di Kecamatan Ulujami, Pemalang dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi MBG di sekolahnya.

Buntut dari kasus ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pemalang Ulujami Bumirejo, telah dihentikan operasionalnya, sejak 12 Maret 2026 lalu.

‎Penghentian sementara tersebut dilakukan selama proses investigasi guna memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut.

Baca Juga: Aktivis Babel Muhammad Tahir Dorong Proses Hukum Tindakan Kekerasan Penyiraman Air Keras Kepada Andrie Yunus

Kini, Badan Gizi Nasional (BGN) melalui akun Instagram resminya @sidakbgn, pada Selasa, 31 Maret 2026, membagikan hasil temuan investigasi atas kasus dugaan keracunan yang dialami siswa TK di Pemalang tersebut.

"Temuan investigasi terkait kejadian gangguan pencernaan siswa yang mendapat MBG dari SPPG Pemalang Ulujami Bumirejo," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Lantas, apa saja poin-poin penting dari investigasi yang dilakukan oleh Satgas MBG terkait kasus tersebut? Begini katanya.

Soal Gejala Mual dan Muntah

Dalam insiden itu, BGN menyatakan siswa terdampak belum mengalami infeksi, namun indikasi kuat mengarah ke infeksi karena siswa terdampak mengalami demam. 

"Artinya bakteri penyebab infeksi telah masuk ke dalam tubuh, namun belum berhasil berkembang biak dalam jumlah cukup sehingga terjadi infeksi di saluran pencernaan," bebernya.

Baca Juga: SMAN 1 Kediri Luncurkan Program Palmturi, Perkuat Disiplin dan Karakter Siswa di Era Digital

"Untuk itu, yang diobati hanya keluhan nyeri lambung dan muntah, serta mengganti cairan tubuh yang hilang akibat banyak muntah," sambung BGN.

 

Halaman:

Editor: Elvan Ragam Nuansa

Sumber: Promedia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X