Sabtu, 18 April 2026

Ungkap Kekerasan dan Kerja Paksa di Kompleks MyaWaddy Myanmar

Photo Author
Rudiyana, Ragamnuansa.com
- Rabu, 26 November 2025 | 15:55 WIB
Ungkap Kekerasan dan Kerja Paksa di Kompleks Mya Waddy Myanmar (Source : Warganet)
Ungkap Kekerasan dan Kerja Paksa di Kompleks Mya Waddy Myanmar (Source : Warganet)

Ragamnuansa.com - Sebuah unggahan warganet mengungkap kondisi mengerikan yang terjadi di Resor Kemenangan MyaWaddy/Walei, sebuah area yang disebut didominasi oleh komunitas dan perusahaan asal Tiongkok. Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai lokasi operasi perusahaan bayangan yang bergerak dalam aktivitas ilegal, termasuk penipuan daring dan pemaksaan kerja.Menurut kesaksian warganet, wilayah tersebut sebagian besar dikendalikan kelompok kriminal asal Tiongkok.

Banyak bangunan di dalam kompleks itu digunakan untuk menjalankan perusahaan gelap, termasuk pusat operasi scam internasional. Para pekerja yang direkrut dengan janji pekerjaan bergaji tinggi justru disekap dan dipaksa bekerja tanpa upah.

Baca Juga: KPK Tahan Dua Pejabat PT PP atas Dugaan Korupsi Rp46,8 Miliar dengan Modus Vendor Fiktif

“Jika ingin pulang harus membayar puluhan ribu. Setiap hari ada pemukulan, latihan fisik, bahkan terapi listrik di ruangan gelap.” 

Kesaksian lain menyebut para pekerja rutin mengalami penyiksaan apabila dinilai tidak memenuhi target. Pada kondisi tertentu, mereka diperlakukan layaknya “barang”—bukan manusia. Korban juga mengaku tidak dapat melarikan diri karena kompleks tersebut dijaga oleh pos penjagaan bersenjata.

Perlakuan Kejam yang Terstruktur

Informasi yang beredar menggambarkan sistem penyiksaan yang terjadi secara sistematis:

  • Tidak menerima gaji sama sekali.
  • Pemukulan harian, termasuk latihan fisik paksa.
  • Terapi listrik sebagai bentuk hukuman.
  • Pekerja tidak dianggap sebagai manusia, melainkan aset.
  • Bos perusahaan dan pengelola properti saling bekerja sama menutup praktik kekerasan.

Pengakuan korban menggambarkan bahwa kekerasan tidak hanya dilakukan oleh staf keamanan, tetapi juga oleh pimpinan perusahaan gelap tersebut. Meskipun tidak ada pengumuman resmi “melarang pemukulan”, para pekerja menyebut kekerasan justru berlangsung diam-diam namun rutin.

Editor: Fahira Melina

Sumber: Twitter, kemlu RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK

Selasa, 3 Maret 2026 | 13:37 WIB
X