Sabtu, 18 April 2026

Ledakan SMAN 72 Jakarta: Polisi Telusuri Dugaan Pembelian Bahan Peledak Secara Online

Photo Author
Tassyah Risma, Ragamnuansa.com
- Jumat, 21 November 2025 | 15:25 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait ABH pelaku dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta. (Dok. Polri) & (Source Gambar sekolah : Detik.com)
Menyoroti fakta terkini terkait ABH pelaku dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta. (Dok. Polri) & (Source Gambar sekolah : Detik.com)

Ragamnuansa.com - Penyidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta kembali berkembang setelah polisi mengungkap dugaan bahwa bahan peledak yang digunakan anak berkonflik dengan hukum (ABH) didapatkan melalui pembelian secara online. Temuan ini membuka fase baru penyelidikan dan memicu kekhawatiran publik mengenai akses bahan berbahaya di internet.

Peristiwa ledakan itu terjadi pada Jumat, 7 November 2025, dan mengakibatkan 96 orang menjadi korban. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyebut pihaknya kini mendalami dugaan penggunaan bom rakitan dalam insiden tersebut, termasuk asal-usul bahan peledak yang diduga dibeli secara daring.

Baca Juga: Gaji ASN 2026 Berpotensi Naik, Pemerintah Evaluasi Dampak ke Fiskal

“Iya, seperti itu dibeli online. Orang tuanya yang menerima paket,” ujar Budi Hermanto pada Jumat, 21 November 2025.

Paket Diduga Bom Rakitan Diterima Orang Tua ABH

Hasil pemeriksaan awal polisi menunjukkan bahwa paket berisi bahan peledak tersebut dikirim ke rumah pelaku dan diterima langsung oleh orang tuanya. Mereka tidak curiga karena ABH memberi alasan bahwa paket tersebut adalah perlengkapan kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

“Dia bilang paket itu untuk kegiatan ekskul, jadi keluarga tidak mencurigai apa pun,” jelas Budi.

Polisi Telusuri Perilaku ABH di Rumah

Kepolisian sudah memeriksa ayah dan kakak ABH sebanyak dua kali untuk mempelajari kebiasaan hingga perilaku sehari-hari pelaku di lingkungan keluarga. Penelusuran juga mencakup penggunaan perangkat elektronik dan aktivitas daring pelaku.

“Secara umum tidak ada perubahan perilaku,” kata Budi.
Ia menambahkan, ABH sempat mengatakan kepada keluarganya bahwa laptop miliknya rusak, membuat keluarga tidak mencari tahu lebih jauh aktivitas digitalnya.

Keluarga pun disebut sangat terkejut setelah mengetahui keterlibatan ABH dalam ledakan tersebut.

Kondisi ABH Belum Stabil untuk Diperiksa

Hingga kini, penyidik belum bisa meminta keterangan langsung dari ABH karena kondisi fisik dan psikisnya belum pulih. Berdasarkan keterangan dokter, ABH baru lepas selang makan dua hari sebelumnya dan masih mengalami pusing, mual, dan kebingungan.

“Dokter menyampaikan kondisinya belum memungkinkan untuk diperiksa. Dia masih linglung dan belum pulih sepenuhnya,” ujar Budi.

Halaman:

Editor: Fahira Melina

Sumber: promedia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK

Selasa, 3 Maret 2026 | 13:37 WIB
X