"Kedua belah pihak sudah saling menyampaikan uneg-uneg dan berakhir dengan saling memaafkan," tulis postingan tersebut.
SPPG Minta Maaf ke Ortu Siswa
Pada momen yang sama, tampak kedua pihak saling berpelukan dalam proses mediasi tersebut.
Pihak SPPG bersama tim distribusi juga datang langsung menemui ortu siswa, untuk meminta maaf atas menu ayam yang dinilai kurang layak.
"Mereka menyampaikan bahwa hal tersebut di luar kendali dan bisa terjadi dalam proses memasak, namun tetap menjadi bahan evaluasi ke depannya," terang postingan serupa.
Di sisi lain, orang tua siswa tersebut juga mengakui bahwa sebagai seorang ibu sempat merasa emosi karena anaknya tidak jadi makan saat insiden terjadi.
"Ia pun menyadari mungkin ada penyampaian yang kurang tepat hingga menyinggung pihak lain," tambahnya.
Kedua pihak juga berharap ke depan dapat lebih bijak, terlebih dalam menyampaikan kritik maupun dalam menanggapi masukan ihwal pelaksanaan program MBG di Pringsewu, Lampung tersebut.***
Artikel Terkait
Fakta di Balik Viral Nenek Warism di Pasar Minggu, Begini Klarifikasi Polisi
Kronologi Kasus EQ di SMAN 2 Bekasi Dari Bullying hingga Laporan Polisi, Ibu Ungkap Kondisi Anak
LKBH Belitung Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum Di Desa Tanjung Batu Itam, Heriyanto : Masyarakat Tidak Mampu Dapat Akses Bantuan Hukum Gratis
Jalur Pantura Dalam Perbaikan, Begini Strategi Polres Pemalang Urai Kepadatan Lalu Lintas
Pejabat Kalapas Cipinang Dorong Pejabat Baru Langsung Bergerak Jalankan Kerja Nyata Pelayanan PRIMA
Silaturahmi dan Halal Bihalal Pokmaruta, Momentum Perkuat Soliditas dan Arah Organisasi
Trotoar Taman Patih Sampun Disulap Jadi Parkiran, Warga Pemalang Keluhkan Keselamatan