Sebelum petugas datang, para muda-mudi berkumpul, duduk bersama dengan teman-temannya di tengah jalan yang sudah ditutup itu.
“Kawasan yang tidak digunakan bukan berarti dapat digunakan untuk aktivitas jual beli maupun yang memicu keramaian,” lanjutnya.
“Mari berjualan di tempat yang aman dan sesuai ketentuan, karena keamanan bersama adalah prioritas utama,” sambungnya.
Keluhan Warga karena Banyak Street Coffee
Menilik kolom komentar, tak sedikit warga yang mengungkapkan keresahannya karena kini mulai banyak street coffee yang hadir, termasuk memakan tempat di area trotoar.
Beberapa komentar dari warganet seperti, “Yang di Kotabaru sekalian, nongkrong dan parkirnya sampai di badan jalan mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban,” tulis akun @ami*********n
“Yang bilang nggak apa-apa, udah tanya warga sekitar belum? Pada keganggu, malam-malam bising dan pagi-pagi kotor banyak sampah,” tulis akun @adr******e
“Sekarang semua trotoar dibikin street coffee, tolong ditindak untuk hak pejalan kaki,” tulis akun @dap*****2
Artikel Terkait
Sidang Uji Materi UU Peradilan Militer Hadirkan Sejumlah Ahli di Mahkamah Konstitusi
Emas Antam Naik Rp45.000 Per gram, Hari ini
Halal Bihalal Bareng FWPB, Kapolres Batang: Sehebat Apapun Capaian Kami, Tanpa Media dan Wartawan Tidak Artinya!
Hati-hati Modus Baru Yang Bisa Curi Data dari Charger Publik
Forum Koordinasi APKASINDO Belitung bersama PT BAT, Hamzah : Sinergi Petani dan Perusahaan Harus Jadi Kunci Stabilitas Harga Sawit
Hartanto Terpilih Sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Badau
Perkuat Kemitraan, Apkasindo Belitung dan PT BAT Gelar Koordinasi dan Evaluasi, Ini yang Di Bahas