Meski demikian, dinamika di lapangan tetap terjadi dan menjadi bagian yang tidak bisa dihindari dalam hubungan kemitraan.
“Alhamdulillah, petani sawit rakyat cukup terbantu. Namun kita juga tidak bisa menutup mata bahwa di lapangan pasti ada dinamika yang muncul,” katanya.
Dalam forum tersebut, Hamzah menegaskan bahwa pertemuan bukan untuk mencari pihak yang menang atau kalah, melainkan sebagai ruang untuk memperkuat kolaborasi.
“Forum ini bukan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Yang kita dorong adalah bagaimana semua pihak bisa bersinergi, bekerja sama, dan menjaga harga sawit di tingkat petani tetap stabil,” tuturnya.
Baca Juga: Sidang Uji Materi UU Peradilan Militer Hadirkan Sejumlah Ahli di Mahkamah Konstitusi
Pemerintah daerah, lanjutnya, hadir sebagai fasilitator agar tercipta kolaborasi yang efektif antara perusahaan dan petani.
“Kami dari pemerintah tentu ingin memastikan ada keseimbangan. Petani terlindungi, perusahaan juga tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Hamzah membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi seluruh pihak yang hadir.
“Silakan berdiskusi secara terbuka. Mudah-mudahan dari forum ini kita mendapatkan solusi terbaik yang bisa menguntungkan semua pihak,” tutupnya.(*)
Artikel Terkait
Menebar Berkah Ramadan, MPI Belitung Bagikan Paket Takjil dan Buka Puasa Bersama
Bawaslu Belitung Awasi Ketat Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan
Bapas Tanjungpandan Gelar Pelatihan Barista Perkuat Pembimbingan Kemandirian Melalui Sinergi BPVP Belitung
Kolaborasi SEKAR Bersama KPHP Gunung Duren Teken MoU, Dorong Optimalisasi Pemanfaatan dan Pelestarian Kawasan Hutan di Belitung Timur
Putra Asli Belitung, Mayor Laut (PM) Syaparudin: Jejak Penugasan hingga Komandan DENPOM LANAL Dumai
Dilema Kebijakan Sistem Zonasi: Antara Pemerataan Akses dan Mutu Pendidikan di Kepulauan Bangka Belitung
Pariwisata Belitung Bangkit : Rute Scoot Jadi Peluang, Kesiapan Jadi Kunci