Dengan perubahan status ini, PVMBG memperketat rekomendasi keselamatan. Masyarakat diminta menjauhi area dalam radius 8 km dari kawah, mengingat ancaman lontaran batu pijar yang bisa terjadi kapan saja. Selain itu, seluruh aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak wajib dihentikan, karena kawasan tersebut menjadi jalur utama awan panas dan aliran lava.
Di luar wilayah tersebut, warga juga diimbau tidak mendekati tepian sungai hingga 500 meter karena risiko lahar jika hujan turun.
Imbauan Kewaspadaan untuk Warga
Dengan kondisi Semeru yang masih menunjukkan dinamika tinggi, masyarakat di sekitar kawasan diminta memantau informasi resmi dari PVMBG, BPBD, maupun pemerintah daerah. Potensi awan panas, lontaran material, dan lahar hujan masih mungkin terjadi, apalagi cuaca di sekitar Semeru kerap berubah cepat.
Baca Juga: Aktivitas Semeru Masih Meningkat, Kawasan Tertutup Kabut Tebal
Pemerintah daerah diminta tetap siaga terhadap kemungkinan evakuasi tambahan apabila situasi di lapangan kembali memburuk. Beberapa desa di sektor Besuk Kobokan diketahui pernah terdampak parah oleh erupsi besar Semeru dalam beberapa tahun terakhir.
“Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak erupsi,” tegas Gentur.
Artikel Terkait
Pendakian Gunung Semeru Ditutup 17 Sampai 26 Agustus, Wisata Ranu Regulo Tetap Buka