“Transformasi yang dijalankan harus menghasilkan kinerja yang nyata—lebih kuat, lebih efisien, dan berkelanjutan. Ini menjadi fokus utama kami dalam memperkuat posisi IFG sebagai holding keuangan negara,” kata Hexana.
Ia menambahkan, penguatan fundamental tersebut merupakan bagian dari perjalanan IFG menuju visi jangka panjang 2030 untuk menjadi salah satu mitra keuangan paling bernilai dan terpercaya.
Namun demikian, keberhasilan transformasi dan konsolidasi tidak hanya ditentukan oleh strategi, melainkan juga oleh komitmen seluruh insan perusahaan dalam implementasinya.
Untuk itu, IFG mendorong seluruh insan perusahaan untuk berkomitmen penuh terhadap agenda transformasi dan konsolidasi, berperan aktif dalam setiap proses bisnis dan operasional, menjalankan nilai-nilai RICE-C dalam setiap keputusan, serta menghidupkan semangat melayani sepenuh hati, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, dan tata kelola.
Melalui penguatan tersebut, IFG optimistis dapat terus berkontribusi dalam membangun industri asuransi nasional yang lebih sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan di tengah tekanan global yang semakin kompleks.
Artikel Terkait
Indonesia Desak PBB Usai Tiga Personel Gugur Tragedi di Lebanon
Kebijakan WFH untuk Efisiensi BBM, Langkah Pemerintah Respons Dampak Geopolitik Global
Rahasia Sukses PSC 119 RSUD dr. Iskak, Jadi Magnet Studi Banding Nasional
Pintu Terbuka, Celana Ditemukan, Misteri Bocah 8 Tahun Hilang di Dam Colo Terungkap! Begini kronologinya
Tindakan Represif Oknum Polisi Dalam Penertiban Area Pasar, PMII Lubuklinggau Angkat Suara
Lonjakan Harga Plastik Kemasan Bikin UMKM di Malang Gigit Jari, Disebut Terjadi di Semua Jenis yang Biasa Dipakai Pedagang