Ragamnuansa- Jagat maya kembali digemparkan dengan kasus yang disebut-sebut mirip fenomena “Sister Hong”, namun kali ini terjadi di Indonesia. Seorang pria asal Lombok bernama Deni diduga menyamar sebagai perempuan berhijab dan dikenal luas sebagai MUA ternama dengan nama panggung Dea.
Kasus ini pertama kali mencuat setelah selebgram @nasikrawumataram membongkar identitas asli Dea melalui unggahan pada Minggu (9/11/2025). Dalam postingannya, ia mengklaim bahwa Dea sebenarnya adalah laki-laki dari Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.
“Namanya Deni, nama panggung Dea. Laki-laki menyerupai perempuan muslimah, menggunakan hijab dan menjadi tukang rias pengantin. Dia menyembunyikan identitas aslinya dan memegang-megang customer yang bukan muhrimnya. Sholat pakai mukena, pakai hijab sehari-hari.” tulis @nasikrawumataram.Baca Juga: Gus Elham Ramai Disebut Warganet Usai Video Interaksi Tak Patut Viral di Instagram
Unggahan tersebut sontak menghebohkan publik. Pasalnya, selama ini Dea dikenal sebagai salah satu perias pengantin populer di daerahnya. Namun penyamarannya membuat banyak pihak terkejut dan merasa resah, terutama para pelanggan perempuan yang kerap berinteraksi dekat dengannya saat proses rias dan pergantian busana.
Beberapa korban pun mulai speak up, membagikan pengalaman mereka setelah mengetahui bahwa Dea ternyata laki-laki. Seorang pengantin mengaku merasa tertipu karena sempat mempercayainya sebagai perempuan. Bahkan seorang pria mengaku pernah berpacaran dengan Dea sebelum akhirnya menyadari bahwa Dea memiliki ciri fisik laki-laki.
Akun @nasikrawumataram juga menandai akun MUI Pusat, meminta agar kasus ini ditindaklanjuti secara serius.
“Dia bukan hanya berbahaya untuk kaum adam, tapi juga untuk kaum hawa. Banyak perempuan tidak tahu bahwa dia laki-laki,” tulisnya.
Kasus ini langsung memicu perbincangan luas di media sosial dan dibandingkan dengan fenomena “Sister Hong” di China, di mana seorang pria bernama Jiao (38) viral setelah bertahun-tahun menyamar menjadi perempuan dan menipu publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun MUI NTB terkait dugaan penyamaran ini. Publik berharap ada tindak lanjut agar kasus tersebut tidak menimbulkan keresahan lebih luas di masyarakat.
Artikel Terkait
Penyampaian Pendapat Akhir Dari Fraksi - Fraksi DPRD Kabupaten Nias Utara
Upacara Penaikan Bendera Merah Putih Lingkup Pemerintah Kabupaten Nias Utara
Wakil Bupati Nias Utara Terima Audiensi Dari Komisi Nasional Disabilitas RI
Pasar Properti Jakarta Masuki Fase Pertumbuhan Berkelanjutan Seiring Pasokan Terbatas Mendorong Permintaan Premium
Polri Bongkar Pola Baru Rekrutmen Terorisme yang Bidik Anak anak, Ancaman Senyap di Dunia Digital
Jalan di Kawasan Pasir Jengkol Perlu Sentuhan Perbaikan, Warga Berharap Kenyamanan Berkendara
VIRAL! Dua Pria Jadi Korban Penusukan Diduga Karena Asmara di Condet, Jakarta Timur